Beranda » Culture » Desa Tenganan, Salah Satu Desa Tradisional Yang Unik di Bali

Objek wisata di Bali yang dapat kita kunjungi tidak sekedar pantai-pantainya saja. Beberapa desa tradisional dapat menjadi alternatif liburan yang berbeda, termasuk Desa Tenganan salah satunya.

Source : FB Rizki Bali

Jika menyebut nama desa tradisional yang telah populer sebagai desa wisata, mungkin kita akan langsung teringat Desa Sade, Sukarara atau Banyumulek yang ada di Lombok. Ketiganya bahkan menjadi ikon Pulau Lombok dan termasuk dalam objek wisata yang wajib dikunjungi apabila tengah berada di Lombok. Lalu, bagaimana dengan Pulau Bali? Di Pulau Dewata yang terkenal akan keindahan pantai-pantainya ini, kita juga bisa menemukan wisata desa tradisional yang tidak kalah unik dibanding desa wisata di Lombok. Salah satunya adalah Desa Tenganan. Letaknya cukup terpencil di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Untuk bisa mencapai desa ini diperlukan jalan darat sekitar 60 km dari kota Denpasar.

Keunikan Desa Tenganan di Bali

Desa Tenganan terbilang sangat tradisional karena terbukti bisa bertahan dari arus perubahan termasuk teknologi. Sarana dan prasarana listrik memang telah masuk ke dalam desa, namun rumah serta adat tetap dipertahankan sehingga tampak alami dan eksotis. Masyarakat Tenganan sendiri memiliki peraturan adat yang masih dipegang kuat yang dalam bahasa setempat disebut awig-awig. Peraturan ini telah ditulis sejak abad 11 serta diperbarui pada 1842. Di saat tempat wisata lain di Bali telah mengalami perkembangan pesat seperti Kuta dan lain-lain, maka Tenganan tetap berdiri kokoh seolah tak peduli akan perubahan zaman. Tidak ada hotel, kafe ataupun gemerlap kehidupan malam yang dapat kita temukan di sini.

Source : FB Pradikta Dwi Antthony

Desa Tenganan tampak tetap bertahan bersama tiga balai desa yang tampak kusam serta rumah-rumah adat yang lokasinya berderet serta sama persis antara satu dengan yang lainnya. Keturunan juga tetap dipertahankan dengan hanya mengizinkan pernikahan sesama warga desa. Tenganan terkenal sebagai desa tradisional yang eksotis. Namun begitu, warganya bukan termasuk warga yang kolot karena mereka tetap menerima masukan yang berasal dari dunia luar. Meski demikian, peraturan desa atau awig-awig tetap dipatuhi karena memiliki peranan penting dalam masyarakat desa. Bahkan, untuk masuk dalam area desa juga cukup unik karena akan melalui sebuah loket di mana pengunjung harus memberi sumbangan seikhlasnya.

Mata Pencaharian Penduduk Desa Tenganan

Penghasilan penduduk desa ini tidak terlalu jelas berapa besarnya, karena mereka masih menggunakan sistem barter antar warga. Banyak pula ditemukan sawah serta kerbau yang secara bebas berkeliaran di pekarangan rumah. Guna mendongkrak potensi wisata, penduduk Desa Tenganan banyak yang menjual hasil kerajinan tangan pada para turis. Jangan heran jika banyak kita temukan art shop di sepanjang desa mulai dari pintu masuk. Aneka kerajinan yang dijual seperti ukiran, anyaman bambu, lukisan mini di atas daun lontar, dan lain sebagainya. Salah satu kerajinan tangan yang populer dari Tenganan adalah kain geringsing.

Source : FB Ika Soewadji

Kain geringsing ini sangat unik karena dengan sekilas melihatnya saja, kita tahu bahwa kain tersebut dibuat menggunakan tangan. Kain ini juga memiliki harga yang mahal karena hanya akan diproduksi di Desa Tenganan. Waktu pengerjaan kain geringsing ini juga cukup lama. Warna-warna pada kain geringsing akan diambil dari tumbuh-tumbuhan serta membutuhkan perlakuan khusus. Saat berada di desa ini, kita akan merasakan suasana damai serta aman. Penduduk desa dikenal sangat bersahabat serta ramah pada para pengunjung yang datang. Kita juga bisa melihat sekeliling areal desa serta menyaksikan aktivitas mereka sehari-hari. Saat paling tepat untuk mengunjungi Tenganan adalah pada sore hari saat penduduk desa sudah mulai beraktivitas.

Source : FB Ninon Photograph

Di sore hari, masyarakat desa akan keluar rumah dan saling berkumpul untuk mengobrol atau melakukan pekerjaan masing-masing. Tidak salah apabila masyarakat desa ini disebut Bali Aga yang berarti Bali Asli. Jika ingin berkunjung ke Desa Tenganan, maka waktu terbaik adalah di bulan Juni di mana akan diadakan acara adat yaitu pesta perang pandan. Belum ada transportasi umum yang dapat mencapai desa Tenganan. Kita dapat menjangkau desa ini menggunakan sepeda motor ataupun mobil pribadi. Apabila kita tengah berada di sini, jangan lupa berbaur dengan masyarakat lokal karena kita akan mendapat banyak pelajaran hidup serta kearifan lokal dari mereka.

Nah, itu sedikit ulasan tentang Desa Tenganan, tempat wisata menarik yang dapat Anda jadikan sebagai salah satu alternatif destinasi liburan Anda di Bali. Ada banyak tempat liburan di Bali yang dapat Anda pilih. Beberapa memiliki jarak yang dekat antara satu dengan yang lain sehingga lebih mudah dan hemat.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.