Beranda » Culture » Mengenal Aneka Jenis Tari Bali yang Paling Populer

Siapa yang tidak kenal Bali? Bali adalah salah satu pulau di Indonesia yang menjadi destinasi wisatawan mancanegara. Pulau Bali memang menyimpan segudang potensi pariwisata yang yang tak boleh dilewatkan. Mulai dari wisata pantai, wisata budaya, wisata religi, wisata kuliner hingga wisata belanja bisa Anda lakukan di pulau seribu pura ini.

Selain potensi pariwisata, Bali juga memiliki ragam kebudayaan yang cukup menarik perhatian. Bali adalah pulau yang masih kental dengan adat dan budayanya. Hingga saat ini Bali masih melestarikan tarian-tarian tradisional asli Bali. Tak heran jika pengunjung Pulau Bali sering disajikan aneka jenis tari Bali pada event-event tertentu. Fyi, Bali punya puluhan jenis tarian tradisional dan 10 diantaranya jadi yang paling populer. Berikut 10 aneka jenis tari Bali yang harus Anda tahu:

Ini 10 Jenis Tarian Tradisional Bali

1. Tari Kecak

Tari Kecak Bali @crewbali

Tari Kecak adalah jenis tarian tradisional khas Bali yang paling populer. Tari ini sering dimainkan pada event-event keagamaan masyarakat Bali. Tari Kecak dimainkan oleh puluhan (bisa lebih) para laki-laki yang duduk berbasi dan membentuk lingkaran. Penari mengangkat kedua tangan sembari menyerukan “cak”. Memang tidak banyak gerakan yang dilakukan pada jenis tari ini.

Konon menurut penduduk setempat, Tari Kecak menggambarkan kisah Ramayana dimana dahulunya barisan kera pernah membantu Rama melawan Rahwana. Penari mengenakan kain kotak-kota (seperti papan catur) yang melingkari pingga mereka. Selain tokoh Ramayana dan Rahwana, dalam Tari Kecak juga ada tokoh-tokoh lain yang mengambil peran sebagai Shinta, Hanoman dan Sugriwa. Oleh masyarakat Bali, Tari Kecak adalah salah satu bentuk peribadatan untuk berkomunikasi dengan Tuhan dan roh leluhur. Melalui tari ini, penari akan menyampaikan harapan-harapannya kepada Tuhan. Tari Kecak juga sering disebut sebagai ritual sanghyang.

2.  Tari Barong

Tari Barong Bali @crewbali

Selain Tari Kecak, Tari Barong juga menjadi pertunjukan seni yang paling diminati di Pulau Bali. Berkunjung ke Bali tak lengkap rasanya jika Anda tidak menyaksikan pertunjukan tari tradisional ini. Tari Barong sendiri merupakan jenis tarian khas Bali yang berasa dari kebudayaan Pra-Hindu. Tari Barong menggambarkan pertarungan kebatilan (adharma) dan kebajikan (dharma). Sehingga dalam Tari Barong ini dimainkan oleh dua tokoh yakni tokoh kebajikan dimainkan oleh Barong yang mengenakan kostum binatang berkaki empat. Sedangkan tokoh kebatilan dimainkan oleh Rangda yang merupakan sosok menyeramkan lengkap dengan dua taring runcing.

Tari Barong sendiri memiliki beberapa jenis diantaranya Barong Ket, Barong gajah, Barong Bangkal, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Gajah dan Barong-barongan. Diantara jenis Tari Barong tersebut, Barong Ket jadi yang paling sering dimainkan dengan kostum tarian yang lengkap. Sekilas, Tari Barong Ket ini mirip dengan Barongsai yang bisa ditontonkan orang Cina. Bedanya, Tari Barong Ket juga didukung dengan tokoh lain seperti kera, Dewa Kunti, Sadewa dan para pengikut Rangda.

3. Tari Legong

Source : FB Sus Budhi

Jenis tari tradisional lainnya di Pulau Bali adalah Tari Legong. Tari ini dikembangkan dari keraton-keraton di Bali sejak abad ke 19 paruh kedua. Tari legong adalah jenis tarian yang berlatar belakang kisa cinta Raja Lasem yang ditarikan secara dinamis untuk memikat hati. Legong sendiri berasal dari kata “Leg” yang berarti luwes atau elastis yang kemudian diartikan sebagai tarian dengan gerakan gemulai. Sedangkan kata “Gong” diartikan sebagai gamelan, sehingga Tari Legong ini mengandung arti gerakan yang terikat oleh alat musik yang mengiringinya. gadis

Secara umum, Tari Legong dimainkan oleh 3 muda, dimana satu berperan sebagai penari pendahulu dan 2 diantaranya sebagai legong. Kostum yang dikenakan penari Tari Legong cukup rumit dengan pakaian yang berlapis berwarna emas. Para penari mengenakan aksesoris kipas lengkap dengan hiasan bunga kamboja di kepala.

4. Tari Pendet

Source : FB Terta Nag Reggae

Tari Pendet awalanya merupakan tari pemujaan yang dipertunjukan di pura sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Tari Pendet melambangkan penyambutan turunnya dewata ke dunia. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat Bali menggunakan tarian ini sebagai tari “ucapan selamat datang” meskipun masih kental dengan anasir yang sakral dan religius. Meskipun tari ini juga termasuk tarian sakral bagi masyarakat Bali, namun Tari Pendet dapat dimainkan oleh semua orang, baik pria dan wanita, dewasa maupun gadis. Tari Pendet juga tidak memerlukan latihan intensif.

Meskipun Tari Pendet adalah tarian universal, namun kebanyakan pemainnya adalah dari kaum wanita. Tari Pendet memiliki gerakan yang dinamis dan mudah dilakukan, Para penari pengikut cukup mengikuti gerakan dari penari yang lebih senior. Fyi, tari ini pernah mengalami kontroversi karena tayang di chanel TV Malaysia dan sempat menuai perdebatan panjang.

5. Tari Rejang

Source : FB I Komang Sudarsana

Jenis tarian tradisional Bali yang lainnya adalah Tari Rejang. Tarian sakral ini bertujuan untuk menyambut kedatangan sekaligus menghibur para dewa yang turun ke Bumi. Tari rejang biasanya ditampilkan pada upacara adat dan acara keagamaan masyarakat Hindu di Bali. Tari ini sarat dengan nilai-nilai suci dan spiritual yang kental. Sehingga tak heran jika tarian ini dilakukan dengan penuh rasa pengabdian dan ketulusan.

Tari rejang dimainkan oleh sejumlah penari wanita berkelompok, bisa dari usia remaja, dewasa maupun wanita tua. Untuk melakukan tarian ini, para penari harus didaulat atau disucikan terlebih dahulu. Meskipun tari ini tidak harus dari kalangan profesional, namun biasanya tetap ada penuntun yang disebut Pamaret. Pamaret adalah seseorang yang ahli dalam Tari Rejang yang akan menjadi pemimping para pengikut Tari Rejang.

6. Tari Trunajaya

Source : FB Nodivrad Bali

Tari Trunajaya juga termasuk jenis tari tradisional di Bali, tepatnya berasal dari daerah Buleleng. Tari ini memiliki gerakan yang bersemangat dan keras sehingga menjadi kesan tersendiri bagi apresiatornya. Tari ini dikembangkan mulai tahun 1915 yang umumnya ditampilkan oleh pria. Biasanya tari ini dimainkan saat perayaan tamu dan berguna sebagai hiburan. Para penari Trunajaya mengenakan busana yang menarik berbentuk udeng-udengan.

Seperti tari-tari tradisional pada umumnya, Tari Trunojoyo juga diiringi oleh musik berupa iringan gamelan Gong Kebyar. Tari ini dimainkan dalam dua waktu yang berbeda yakni waktu pendek dan waktu panjang. Lamanya tarian akan mempengaruhi lamanya iringan musik.

7. Tari Puspanjali

Source : FB Scm Photographi

Tari Puspanjali sebenarnya termasuk jenis tari kreasi baru yang diciptakan seniman kawakan asal Bali N.L.N Swasthi Wijaya Bandem di tahun 19889. Puspanjali berasal dari dua kata yakni puspa dan Anjali. Puspa berarti bunga dan Anjali berarti penghormatan, sehingga tari ini memiliki tujuan sebagai penghormatan untuk tamu.

Meskipun bukan sebagai tarian yang sakral, namun Tari Puspanjali ini masih terus dilestarikan masyarakat Bali. Biasanya tarian ini dimainkan untuk menyambut kedatangan tamu penting. Gerakan Tari Puspanjali sendiri sebenarnya cukup sederhana yakni diawali dengan menggelengkan kepala dan jalan ditempat. Kedua tangan penari berada di depan dada. Selanjutnya, penari akan melakukan gerakan memutar dan melenggok dengan indah dan luwes yang menggambarkan keramahan masyarakat Bali.

8. Tari Baris

Source : FB Bali Nataraja

Tari Baris seringkali disebut-sebut sebagai simbol ketangguhan prajurit Bali. Menurut catatan sejarahnya, diperkirakan tari ini sudah ada sejak abad ke 16. Diberitakan juga bahwa tari ini pada awalnya digunakan sebagai ritual keagamaan pada masa itu. Memasuki abad ke 19 muncul variasi baru dari Tari Baris dengan gerakan penari yang lebih energik dengan busana yang lebih bewarna. Tari ini dimainkan oleh 1-2 orang penari laki-laki yang menggunakan mahkota berbentuk segitiga. Penari menggunakan kostum yang warna-warni dan terlihat longgar. Gerakan-gerakan pada Tari Baris menunjukkan ketangguhan prajurit Bali di masa lampau.

9. Tari Topeng

Source : FB Putra Dwipayana

Tari Topeng sebenarnya tidak hanya terkenal sebagai tarian tradisional Bali saja, tari ini juga cukup populer di Jawa. Tari Topeng diiringi oleh musik gamelan dengan para penarinya mengenakan kostum topeng. Penggunaan topeng ini dipercaya sebagai salah satu cara untuk memuja dewa dan leluhur. Ada 4 karakter tokoh yang dimainkan dalam Tari Topeng, yakni Topeng Pangelembar, Topeng Penasar, Topeng Ratu dan Topeng Bondres. Sedangkan untuk dramatarinya dibedakan menjadi 3 jenis yakni Topeng Pajegan, Topeng Panca dan Topeng Prembon.

10. Tari Wirayudha

Source : FB Gusti Ayu Nyoman Anitiasih

Wirayudha berasal dari kata “wira” yang berarti pahlawan dan “yudha” yang berarti perang. Sehingga Tari Wirayudha ini dimainkan untuk menyimbolkan peperangan dan menunjukkan kegagahan sosok prajurit laki-laki. tari Wirayudha dimainkan oleh 2 hingga 4 pasang penari pria lengkap dengan senjata tombak. Untuk kostumnya sendiri, para penari mengenakan pengikat kepala berbentuk udeng-udengan. Tari Wirayudha juga termasuk jenis tari kreasi yang sudah ada sejak 1979.

Itulah 10 aneka jenis tari Bali yang hingga saat ini masih dilestarikan. Masyarakat Bali sendiri masih terus menjaga kekayaan budayanya disamping potensi pariwisatanya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menyempatkan untuk melihat pertunjukan tari saat berkesempatan ke Bali.

Tags:

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.