Beranda » Info Wisata » Pesona Undakan Jatiluwih Rice Terrace – Bali

Sawah terasering Jatiluwih merupakan salah satu tempat wisata populer yang berada di Tabanan, Bali. Tempat ini tekenal dengan pemandangan sawahnya yang berundak-undak. Sawah terasering atau Jatiluwih Rice Terrace lokasinya berada di kawasan pegunungan Batukaru. Posisinya yang berada cukup tinggi membuat tempat ini memiliki udara khas pegunungan. Udara sejuk dan suhu rendah menjadi dua hal yang ada di terasering ini. Tempat ini merupakan daerah persawahan yang paling populer dan paling luas dari tempat lain di Bali. Maka dari itu Jatiluwih menjadi tujuan wisata yang dipilih oleh wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keindahan terasering khas persawahan di Bali. Berikut adalah beberapa hal tentang terasering Jatiluwih.

Jatiluwih Rice Terrace Bali @crewbali

Keindahan Terasering Jatiluwih

Jatiluwih sendiri berada di ketinggian sekitar tiga ribu meter lebih di atas permukaan laut. Untuk luas wilayahnya kurang lebih adalah 33 km persegi dengan iklim tropis sepanjang tahun. Suhu rata-rata di tempat ini sekitar 19 derajat, jadi cukup sejuk untuk Anda berada di Jatiluwih. Curah hujan di Jatiluwih Rice Terrace cukup sering, sehingga wisatawan yang datang ke sana perlu menyiapkan perlengkapan untuk hujan. Jatiluwih merupakan daerah pemukiman yang penduduknya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani.  Selain petani padi, terdapat beberapa tanaman sayur dan buah yang dikelola oleh masyarakat Jatiluwih. Hal tersebut cocok karena memang berada di daerah cukup tinggi dengan suhu yang lumayan rendah.

Terasering Jatiluwih dikelola dengan baik dan menggunakan sistem pertanian khas Bali. Tempat ini juga sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Sejak 29 juni 2012, terasering Jatiluwih resmi menyandang sebagai situs warisan budaya dunia. Undakan sawah di sana merupakan yang paling indah dan luas. Undak-undak sawahnya melengkuk atau tertata sangat rapi dan apik. Maka dari itu Jatiluwih Rice Terrace menjadi tempat favorit wisatawan menikmati keindahan sawah Bali. Walaupun hanya sawah, pemandangannya yang keren itu lah yang membuatnya beda. Banyak wisatawan, baik lokal atau mancanegara yang datang hanya sekedar berfoto atau menikmati pemandangan indahnya.

Jatiluwih Rice Terrace Bali @crewbali

Masyarakat Bali selalu melakukan upacara setiap kali akan mengolah sawahnya. Tradisi yang masih terjaga itu lah yang menjadikan Bali berbeda dari tempat lain. Persawahan di Bali terkenal dengan cara mengalirkan air ke petak sawah yang disebut subak. Selain itu masyarakat Bali juga melakukan upacara yang disebut mapag toya. Upacara tersebut dilakukan sebelum mengaliri Jatiluwih Rice Terrace dan biasanya dilakukan di sasih tiga atau di bulan September. Upacara mapag toya atau kempelan dilakukan dengan membuka air ke sumber aliran air. Kemudian air akan disalurkan ke sawah-sawah yang ada. Pengairan sawah di Bali memang memiliki tata cara berbeda dari petani-petani lain. Selain mapag toya, terdapat beberapa upacara lain yang bertujuan untuk mengamankan padi dan membuat panen untung serta berkualitas.

Jatiluwih begitu terkenal akan alamnya yang indah, dengan pemandangan utama dari keindahan bentuk terasering sawah. Lengkungan terasering yang terlihat rapi adalah daya tarik tempat ini untuk wisatawan datang. Aktivitas petani juga merupakan sajian di Jatiluwih Rice Terrace. Wisatawan bisa melihat petani menggarap sawah mulai dari membajak, melasan atau meratakan tanah, nandur atau menanam padi, sampai dengan panen hasil sawah. Hal menarik karena sebagian besar petani menggunakan alat dan cara tradisional dalam mengatur sawahnya. Wisatawan bisa melihat dan berfoto dengan petani lokal yang ada.

Jatiluwih Rice Terrace Bali @Barry Kusuma

Selain melihat petani menggarap sawah dan berfoto-foto, wisatawan juga bisa melakukan aktivitas menarik lain. Di Jatiluwih ini ada tempat untuk hiking atau cycling yang bisa dicoba oleh wisatawan. Jatiluwih Rice Terrace sudah memiliki fasilitas wisata yang cukup memadai. Terdapat penginapan atau pondok wisata untuk wisatawan yang lelah dan ingin istirahat. Selain itu, di Jatiluwih juga ada kafe dan warung makan. Wisatawan bisa mencoba makanan-makanan khas dari Jatiluwih. Makanan khas dari tempat ini adalah makanan dari beras merah dan beberapa hasil pertanian yang ada di Jatiluwih. Wisatawan bisa menikmati dengan lebih lama dan puas sebab sudah lengkapnya fasilitas wisata di sana.

Bagi Anda yang hendak datang ke terasering di Jatiluwih sebaiknya datang sekitar jam 8 pagi sampai 5 sore. Pada waktu tersebut petani banyak yang datang ke sawah untuk mengolah garapannya. Anda bisa mengambil foto dengan beragam aktivitas dari para petani yang ada. Jika ingin melihat pemandangan hijau di Jatuluwih sebaiknya datang pada saat padi sudah tinggi. Bulan Februari hingga April adalah waktu-waktu terbaik untuk wisatawan melihat keindahan Jatiluwih Rice Terrace dengan puas. Pada bulan sekitar juni, tanaman padi umumnya memasuki musim panen dan akan berubah menguning. Panorama terasering sawah dengan warna kekuningan akan menjadi daya tariknya. Kawasan terasering ini bisa menjadi alternatif wisata karena jaraknya yang dekat dengan pusat Bali, seperti Denpasar yang jaraknya dengan Jatiluwih sekitar 50 km.

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar Anda* Nama Anda* Email Anda* Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.